PROFIL UMUM
- Sejarah
- Batas Wilayah
- Keterangan
Pada awalnya lembang Karre limbong adalah sebua dusun yaitu dusun Limbong yang merupakan bagian dari desa Pitung Penanian Kecamatan Sanggalangi’ Kabupaten Tana Toraja. Pada tahun 1996 Dusun Limbong dan Dusun Karre dimekarkan menjadi satu Desa yaitu Desa Kare Limbong yang masuk dalam wilayah Kecamatan Tondon Nanggala.
Selanjutnya pada Tahun 2000 terjadi lagi pemekaran sehingga Desa Karre Limbong terbagi menjadi Dua Desa yakni Desa Karre Limbong sebagai Desa Induk dan Desa Limbong Mata Allo sebagai Desa Pemekaran atau Desa persiapan.
Pada tahun 2001 Kabupaten Tanan Toraja dibawah kepemimpinan Bupati J.A Situru’, SH bersama dengan DPRD Kabupaten Tana Toraja membuat peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2001 tentang perubahan nama Desa menjadi Lembang dan penggabungan beberapa desa menjadi satu Lembang, maka pada tahun 2002 Desa Karre Limbong dan Desa Persiapan Limbong Mata Allo digabung menjadi satu Lembang yaitu Lembang Karre Limbong.
Empat tahun kemudian kebijakan Pemerintah Daerah mengalami Perubahan seiring dengan aspirasi Masyarakat sehingga diterbitkan lagi PERDA tentang pemekaran Lembang dan Pemekaran Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Tana Toraja maka tahun 2006 sebagian wilayah Lembang Karre Limbong yaitu Dusun Se’pon Pangala’ Dan Dusun Bamba Tunde’ mekar menjadi satu Lembang yang bernama Lembang Karre Penanian.
- Utara : Lembang Karre Penanian
- Selatan : Lembang Nanna
- Timur : Lembang Karre Penanian
- Barat : Kota Palopo
KEGIATAN DI TINGKAT DESA
Sosialisasi Program dan Perhutanan Sosial
(Output 1.1.1, Activities 1.1.1.1)
Secara umum aktivitas – aktivitas pada komponen ini menitikberatkan pada aspek (1) adanya akses legal masyarakat dalam pemanfaatan kawasan hutan dengan pembentukan 10 Kelompok Tani Hutan, (2) perlindungan hutan dengan melakukan rehabilitasi lahan dengan system agroforestry yang mendorong pangan hutan melalui pembangunan 3 nursery (rumah bibit), dan (3) peningkatan ekonomi masyarakat melalui pembangunan 10 home industry.
Identifikasi Lokasi Perhutanan Sosial
(Output 1.1.1, Activities 1.1.1.1)
Salah satu fokus utama dari program Adaptasi Masyarakat Ekosistem DAS Saddang Berbasis Pengelolaan Pangan Hutan ini adalah tentang mendorong dukungan para pihak melalui proses manajemen pengetahuan dan diseminasi. Oleh karena itu sangat perlu untuk dilakukan proses diseminasi dan pengelolaan pengetahuan untuk menemukan, menangkap, dan juga menyebarkan pengetahuan-pengetahuan dan pembelajaran yang didapatkan untuk mendorong praktikpraktik adaptasi perubahan iklim. Salah satu alat pengambilan data untuk membuat bahan diseminasi program yang sedang populer saat ini yaitu Unmanned Aerial vehicle (UAV)/Drone
Pembangunan Nursery, Pengadaan Bibit, dan Pengisian Polybag
(Output 1.1.2, Activities 1.1.2.3)
Komoditi yang akan ditanam dalam kegiatan rehabilitasi ini adalah jenis komoditi pangan hutan sebagai alternatif pangan pokok yang bernilai komersial. Pemilihan komoditi menekankan pada komoditi pangan hutan yang biasa diusahakan oleh masyarakat dengan nilai ekonomi tinggi, kesesuaian lahan dan juga tetap memperhatikan nilai-nilai perlindungan kawasan. Untuk mewujudkan kegiatan tersebut, maka perlu dilakukan pembangunan rumah bibit (nursery) di beberapa Desa intervensi program sebagai “Bank Benih” untuk tanaman rehabilitasi nantinya.
Focus Group Discussion Pembentukan Kelompok Tani Hutan
(Output 1.2.2, Activities 1.2.2.1)
Pada umumnya masyarakat setiap Desa/Kelurahan yang terdapat di Kabupaten Toraja Utara sangat minim pengetahuannya terkait Perhutanan Sosial sehingga sangat perlu untuk dilakukan kegiatan Sosialisasi Perhutanan Sosial di tingkat Desa. Selain daripada itu, kegiatan Pembentukan Kelompok Tani Hutan
Pertemuan Rutin Gabungan Kelompok Tani Hutan
(Output 2.1.3, Activities 2.1.3.3)
Dalam pengusulan skema perhutanan sosial tersebut, masyarakat harus mengetahui secara mendalam dari awal hingga proses pengelolaan dalam kawasan. Sehingga diperlukan suatu kegiatan pertemuan untuk menyusun secara partisipatif proposal pengusulan perhutanan sosial, agar masyarakat dapat dijadikan sebagai subjek dalam pengelolaan.